Routing artinya yaitu menghubungkan atau merutekan, jadi disini adalah
untuk menghubungkan jaringan (network) yang berbeda segmen/network, supaya
jaringan tersebut dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya.
Static artinya dilakukan secara manual, jadi dapat
disimpulkan bahwa Routing Static adalah
metode routing yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan yang berbeda
segmen/network secara manual.
Sebenarnya, routing itu ada dua metode. Pertama dengan metode
secara static dan yang kedua yaitu secara dynamic. Perbedaannya, kalo static konfigurasinya secara manual, tetapi kalau dynamic dilakukan secara otomatis. Tetapi, sebenarnya
metode routing dynamic juga tidak begitu otomatis, soalnya tetap ada
konfigurasinya juga. Untuk routing dynamic ini terdapat beberapa jenis,
jadi nantikan saja artikel yang membahas routing dynamic diartikel berikutnya
ya bro....
Buat skema jaringan seperti gambar diatas.
Keterangan
- Untuk menghubungkan dari Router ke Router menggunakan ethernet Serial dan menggunakan kabel Serial DCE.
- Dari Router ke Switch menggunakan kabel Straight.
- Dari Switch ke PC menggunakan kabel Straight
Untuk pengalamatan Ip
Address berikut adalah tabel keterangannya :
Jika sudah
paham akan pengalamatan, sekarang akan langsung ke konfigurasi.
Klik pada
Router0, klik pada CLI, lalu konfigurasi seperti berikut ini :
Continue with
configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1
255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Selanjutnya konfigurasi
pada Router1, klik pada Router1 dan pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Continue with
configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.2
255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Sekarang tinggal konfigurasi Routing Static.
Klik Pada Router0, pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.1.2
Keterangan:
- Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
- Warna merah : IP Network yang ada pada Router1.
- Warna hijau : Netmask IP Network yang bersangkutan.
- Warna pink : IP Address dari Router1 untuk jalur dari Router0 ke Router1
Selanjutnya di
Router1.
Klik Pada Router1, pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.1.1
Keterangan:
- Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
- Warna merah : IP Network yang ada pada Router1.
- Warna hijau : Netmask IP Network yang bersangkutan
- Warna pink : IP Address dari Router1 untuk jalur dari Router0 ke Router1
Kemudian konfigurasi pada setiap PC dengan ip address seperti pada
tabel diatas tadi.
Caranya klik pada PC, pilih Desktop, pilih IP Configuration.
PC0 :
Ip Address = 192.168.2.2
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1
PC1 :
Ip Address = 192.168.2.3
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1
PC2 :
Ip Address = 192.168.3.2
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.3.1
PC3 :
Ip Address = 192.168.3.3
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.3.1
- Lakukan pengecekan dari setiap PC ke PC lainnya dengan perintah “Ping”, apabila semua sudah terkoneksi dengan baik atau succesfull maka praktikum sudah berhasil
- Buatlah laporan hasil praktikum mengenai routing statis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar