Sabtu, 26 Oktober 2019

Konfigurasi Routing Static Pada Cisco Packed Tracer



Routing artinya yaitu menghubungkan atau merutekan, jadi disini adalah untuk menghubungkan jaringan (network) yang berbeda segmen/network, supaya jaringan tersebut dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya.


Static artinya dilakukan secara manual, jadi dapat disimpulkan bahwa Routing Static adalah metode routing yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan yang berbeda segmen/network secara manual.



Sebenarnya, routing itu ada dua metode. Pertama dengan metode secara static dan yang kedua yaitu secara dynamic. Perbedaannya, kalo static konfigurasinya secara manual, tetapi kalau  dynamic dilakukan secara otomatis. Tetapi, sebenarnya metode routing dynamic juga tidak begitu otomatis, soalnya tetap ada konfigurasinya juga. Untuk routing dynamic ini terdapat beberapa jenis, jadi nantikan saja artikel yang membahas routing dynamic diartikel berikutnya ya bro....

Buat skema jaringan seperti gambar diatas.

Keterangan
  • Untuk menghubungkan dari Router ke Router menggunakan ethernet Serial dan menggunakan kabel Serial DCE.
  • Dari Router ke Switch menggunakan kabel Straight.
  • Dari Switch ke PC menggunakan kabel Straight



Untuk pengalamatan Ip Address berikut adalah tabel keterangannya :


Jika sudah paham akan pengalamatan, sekarang akan langsung ke konfigurasi.

Klik pada Router0, klik pada CLI, lalu konfigurasi seperti berikut ini :

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit


Selanjutnya konfigurasi pada Router1, klik pada Router1 dan pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Sekarang tinggal konfigurasi Routing Static.

Klik Pada Router0, pilih CLI, berikut konfigurasinya :


Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.1.2

Keterangan:
  • Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
  • Warna merah : IP Network yang ada pada Router1.
  • Warna hijau : Netmask IP Network yang bersangkutan.
  • Warna pink : IP Address dari Router1 untuk jalur dari Router0 ke Router1 



Selanjutnya di Router1.
Klik Pada Router1, pilih CLI, berikut konfigurasinya :

Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.1.1

Keterangan:
  • Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
  • Warna merah : IP Network yang ada pada Router1.
  • Warna hijau : Netmask IP Network yang bersangkutan
  • Warna pink : IP Address dari Router1 untuk jalur dari Router0 ke Router1


Kemudian konfigurasi pada setiap PC dengan ip address seperti pada tabel diatas tadi.
Caranya klik pada PC, pilih Desktop, pilih IP Configuration.

PC0 :
Ip Address = 192.168.2.2
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1

PC1 :
Ip Address = 192.168.2.3
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.2.1

PC2 :
Ip Address = 192.168.3.2
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.3.1

PC3 :
Ip Address = 192.168.3.3
Netmask = 255.255.255.0

Gateway = 192.168.3.1

  • Lakukan pengecekan dari setiap PC ke PC lainnya dengan perintah “Ping”, apabila semua sudah terkoneksi dengan baik atau succesfull maka praktikum sudah berhasil
  • Buatlah laporan hasil praktikum mengenai routing statis.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar