Ok...kali ini kita akan mencoba mempraktekkan cara menginstal sistem operasi Debian 9 Stretch berbasis CLI di Virtual Box. langsung saja misalkan dijumpai kasus seperti:
Anda diminta untuk menginstall sebuah server dengan ketentuan :
1. Buat partisi 10GB dan kaitkan ke / (root partition)
2. Pastikan ukuran partisi swap 2xRAM
3. Buat partisi untuk /home dengan ukuran paling maksimal
4. Buat juga partisi untuk /var dengan ukuran 30% dari partisi untuk /home
Nyalakan VirtualBox, buat dan jalankan VM Debian sehingga tampil seperti
Gambar 01 di atas. Ada beberapa pilihan di sana, saya akan menggunakan
instalasi mode teks, maka saya ambil pilihan kedua, Install. Tekan tombol arah atas
atau bawah untuk mengganti pilihan, lalu tekan [
Enter ]
Cari dan pilih bahasa yang akan digunakan pada proses Instalasi,
pilih Bahasa Indonesia untuk mengikuti catatan
saya ini.
Kemudian pilih Ya
Sekali lagi, pilih Indonesia.
Untuk yang satu ini, biarkan default (Inggris Amerika), jangan diubah, langsung tekan [ Enter ]. Kecuali jika Anda yakin keyboard layout yang Anda gunakan bukan itu.
Nah, pada konfigurasi jaringan ini saya
memilih untuk tidak mengatur jaringan. NAT saya disable, jadi tidak akan dapat
IP dari DHCP server. Pilih yang paling bawah, lalu tekan [ Enter ].
Atur nama host, nama host adalah nama komputer. Ini bebas, sesuka hati
Anda. Dalam hal ini saya menggunakan debian-server sebagai hostname-nya.
Tekan [ Enter ] untuk melanjutkan
sebenarnya sudah cukup jelas penjelasan pada gambar tersebut. Mulai pada
Debian 9 (Stretch) ini, akun super user root boleh tidak diberi
kata sandi (password), sebagai gantinya sebuah akun pengguna akan dibuat dan
diberi wewenang untuk menjadi root dengan perintah “sudo”. Namun kebetulan, saya
memilih untuk memasukkan kata sandi di sini :-P. Tekan [
Enter ] untuk
melanjutkan.
Masukkan kata sandi lagi.
Ketikkan
nama lengkap Anda kemudian Tekan [
Enter ] untuk
melanjutkan
Nama akun biasanya otomatis akan menggunakan
nama depan. Langsung tekan [ Enter ]untuk melanjutkan.
Ketikkan kata sandi untuk akun pengguna tersebut. Kata sandi ini
bersifat wajib. Ini digunakan untuk masuk ke sistem.
Pilih zona waktu yang sesuai dengan tempat
tinggal Anda. Lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Nah, ini nih. Inti dari catatan ini. Karena
akan dilakukan instalasi dengan pemartisian manual. Pilih Manual, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Pada gambar 15 tersebut, terlihat partisi
hardisknya masih kosong.
Jika pada hardisk Anda ada banyak partisi,
pastikan data pada partisi hardisk tersebut sudah DIBACKUP alias DICADANGKAN, hapus semua partisi yang ada. Cara
menghapusnya? Arahkan pilihan pada hardisk yang partisinya akan dihapus,
tekan [ Enter ], lalu pilih yes untuk menghapusnya.
Jika Anda tidak cukup yakin, silakan pilih tombol ‹kembali› dan batalkan instalasi.
Jika Anda tidak cukup yakin, silakan pilih tombol ‹kembali› dan batalkan instalasi.
Setelah partisinya sudah kosong seperti gambar
15 tersebut, lanjutkan ke proses selanjutnya. Pilih pada RUANG KOSONG, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Pilih Buat partisi baru, lalu tekan [
Enter ] untuk
melanjutkan
Nah lagi, karena yang diminta 10 GB untuk /, maka buat dulu partisinya.
Pilih Primer, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Pilih Awal, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Jika berhasil akan tampil seperti Gambar 20
tersebut. Pastikan titik kait adalah /, sistem berkas yang saat ini saya gunakan
adalah sistem berkas berjurnal Ext4. Pilih Selesai menyusun partisi, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Selanjutnya, arahkan ke RUANG KOSONG, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan membuat partisi lagi.
Pilih Buat partisi baru, lalu tekan [
Enter ] untuk
melanjutkan
Yang diminta pada soal adalah partisi swap
2xRAM, sedangkan RAM yang saya gunakan pada VirtualBox 1 GB. Jadi saya buat
partisi baru berukuran 2 GB, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan
Pilih Logikal, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Penjelasannya di gambar sudah cukup jelas,
kan? Pilih Awal saja,
tekan [ Enter ] untuk
melanjutkan.
Nah, karena partisi ini akan digunakan sebagai
swap, arahkan ke Gunakan sebagai:, tekan [ Enter ].
Tarik ke bawah, dan pilih ruang swap, tekan [ Enter ] lagi.
Tarik lagi ke bawah, pilih Selesai menyususun
partisi, tekan [ Enter ] lagi.
Baru 2 partisi yang dibuat, selanjutnya
arahkan lagi ke RUANG KOSONG,
tekan [ Enter ]untuk
membuat partisi baru.
Sama seperti sebelumnya, pilih Buat partisi baru, tekan [ Enter ] lagi.
Karena yang diminta adalah membuat partisi /home dan /var. Buat dulu partisi
untuk /var agar lebih mudah, masukkan angka 30%, tekan [
Enter ] untuk
melanjutkan.
Ini akan membuat partisi baru sebesar 30% dari
sisa hardisk.
Pilih logikal lagi, tekan [
Enter ] untuk
melanjutkan.
Pilih Awal, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan lagi.
Arahkan pada Titik kait di mana di situ nampak /home, tekan [ Enter ], akan muncul pilihan titik kait.
Pilih /var untuk mengganti /home. Partisi untuk /home dibuat belakangan. Tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.
Setelah cukup yakin tampak seperti gambar di atas, bagian Titik
kait diarahkan ke /var. Pilih Selesai
menyusun partisi, tekan [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan
Arahkan lagi ke RUANG KOSONG, [ Enter ] lagi di keyboard
untuk melanjutkan
Tekan [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan.
Nah, ukuran partisi ini jangan diubah, karena berapa pun sisanya akan
digunakan seluruhnya sebagai partisi untuk /home. Kecuali, jika akan
membuat partisi lagi selain untuk yang sudah disebutkan di sini. Langsung
tekan [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan tahap
berikutnya.
Pilih jenis partisi Logikal, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan lagi.
Setelah tampak seperti gambar di
atas, Titik kait kali
ini mengarah ke /home. Pilih Selesai menyusun
partisi, [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan.
Catatan: Pada langkah ini, ditampilkan hasil pembuatan partisi yang tadi dibuat. Seperti pada gambar tersebut, terdapat sistem berkas, ukuran, titik kait, dll.
- Partisi logikal selalu dimulai dengan angka #5, karena partisi primer
maksimal adalah 4 partisi.
- f di situ bermakna partisi tersebut akan diformat.
- f di situ bermakna partisi tersebut akan diformat.
Sampai pada tahap ini, sebelum ‹Ya› dipilih, hardisk Anda masih tetap utuh.
Belum diapa-apakan. Jadi, jika Anda membatalkan proses instalasi pada tahap
ini, hardisk Anda masih utuh.
Pada pertanyaan Tulis perubahan yang
terjadi pada hard disk?,
pilih ‹Ya›, tekan [ Enter ]untuk mengonfirmasi perubahan. Tunggu beberapa
saat, hardisk Anda sedang diformat, dibuat beberapa partisi seperti yang
diminta.
Saat muncul tampilan seperti pada gambar 44 di
atas, pilih ‹Tidak›.
Seperti diketahui, Debian
dibagi menjadi beberapa DVD, DVD 1 berupa installer dan berisi sebagian paket,
DVD 2 & 3 berisi paket saja. Paket dalam hal ini dapat disebut sebagai
repositori. Repositori merupakan gudang paket aplikasi. Saat menginstall aplikasi
di Debian melalui paket manajemen, paket aplikasi tersebut diambil dari
repositori.
Memilih ‹Ya› akan mengharuskan Anda untuk memasukkan DVD
2 & 3, tentu akan memperpanjang proses instalasi.
Pilih ‹Tidak› juga, tekan [ Enter ] untuk mengonfirmasi.
Repository, baik daring atau melalui DVD dapat
diatur setelah proses instalasi.
Seperti tertulis pada gambar tersebut, hasil survey tersebut akan
digunakan untuk menentukan paket-paket mana saja yang sebaiknya dimasukkan
dalam CD Debian pertama. Pilih ‹Ya›, jika Anda berniat
berpartisipasi, pilih ‹Tidak› jika Anda tidak berpartisipasi.
Tekan [ Enter ] untuk mengonfirmasi.
Karena akan menginstall Debian sebagai server,
hanya beberapa paket yang akan diinstall. Gunakan tombol [ Space ] (spasi) di keyboard untuk mengaktifkan
dan menon-aktifkan pilihan paket yang akan diinstall.
Hanya pilih SSH Server dan Perkakas sistem
standar saja pada
praktek ini. Tekan [ Enter ] untuk
melanjutkan. Tunggu beberapa waktu hingga proses instalasi selesai, hingga
muncul tampilan berikutnya.
Nah, cukup jelas penjelasan pada gambar
tersebut, bukan? Pilih ‹Ya›, lalu tekan [ Enter ].
Pilih perangkat (hard disk) untuk diinstall
boot loader. Dalam hal ini hard disk satu-satunya adalah /dev/sda. Jika ada hard disk lain, pastikan pilih yang
benar, yaitu hard disk yang dikaitkan dengan / tadi. Pilih /dev/sda dalam hal ini, lalu tekan [ Enter ].
Sampai tahap ini instalasi telah selesai.
Pilih ‹Lanjutkan› untuk
mengakhiri instalasi dan komputer akan direstart. Untuk selanjutnya akan masuk
ke sistem yang baru diinstall.
Pastikan CD/DVD media instalasi dikeluarkan.
Sehingga saat komputer kembali dinyalakan tidak masuk lagi ke proses instalasi.
Tampilan GRUB Boot loader saat masuk ke sistem Debian yang baru
diinstall
Ini adalah tampilan login, ibarat pintu masuk
ke rumah yang baru dibuat. Masukkan nama pengguna dan kata sandi untuk masuk ke
sistem.
CATATAN! Kata sandi (password) di Linux tidak akan
terlihat, jadi ketikkan saja kata sandi-nya, lalu tekan [ Enter ]
Jika nama pengguna dan kata sandi yang
diketikkan benar, Anda akan masuk ke sistem. Ditandai dengan namapengguna@namahost:~$, dalam hal ini nama pengguna saya
adalah samsul dan nama host
adalah debian-server.
Ups, Anda lupa kata sandi yang diketikkan pada saat instalasi? Ya sudah,
silakan install ulang sistem Anda. Pastikan tidak lupa lagi, itung-itung
belajar memahami proses instalasi. Atau pelajari cara melakukan reset kata
sandi untuk login ke sistem Linux, khususnya Debian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar